Seminar dan Expo Entrepreneur 2017

Salah satu ukuran menjadi negara maju dan berkemakmuran adalah adanya kesadaran masyarakat untuk menjadi jiwa pribadi yang mandiri dalam berwirausaha (entrepreneur). Merujuk Instruksi Presiden No. 4 Th 1995 tanggal 30 Juni 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan,
mengamanatkan kepada seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia, untuk mengembangkan program-program kewirausahaan.

Sambutan Dekan FKIP UHAMKA Dr. Desvian Bandarsyah, MM dan Ketua Pk2M UHAMKA Hj. D. M. Dharmawati, MM

Pemerintah melalui program-program wirausaha menyadari betul bahwa dunia  saha merupakan tulang punggung perekonomian nasional, sehingga harus digenjot sedemikian rupa melalui berbagai departemen teknis maupun institusi-institusi lain yang ada di masyarakat. Melalui gerakan ini pada saatnya budaya kewirausahaan
diharapkan menjadi bagian dari etos kerja masyarakat dan bangsa Indonesia, sehingga dapat melahirkan wirausahawan-wirausahawan muda yang handal, tangguh dan mandiri.
Saat ini salah satu masalah yang dihadapi bangsa Indonesia adalah tingginya angka pengangguran terdidik antara yang disebabkan oleh adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Lembaga pendidikan baik menengah ataupun Perguruan Tinggi belum mampu mengahasilkan lulusannya menjadi seorang yang
mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang orang lain.
Hal ini karena orientasi pendidikan kita masih kurang menekankan nilai-nilai kemandirian dan kreativitas yang merupakan basis kewirausahaan bagi para mahasiswa dan siswa sekolah. Pada sisi lain pendidikan di Indonesia yang menerapkan metode penilaian prestasi kelulusan siswa dan mahasiswa seringkali hanya terbatas pada penilaian kemampuan Academic Knowledge, cenderung tidak menjadikan para ulusannya kreatif untuk menciptakan kemandirian kerja (job creator) karena kurangnya soft skill. Untuk itu, perlu adanya pihak yang mampu mensinergikan kekuatan yang ada di dalam kampus dengan yang ada di luar kampus agar potensi itu memberikan andil besar dalam menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa. Jadi, perlu diadakan penanaman kreativitas melalui Pusat Kewirausahaan dan Karir Mahasiswa dengan menyusun suatu program yang ditujukan untuk menanamkan budaya wirausaha dengan sasaran pada masyarakat. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mempersiapkan masyarakat terutama lulusan perguruan tinggi agar memperoleh ilmu dan intelektual yang tinggi, serta kecakapan hidup (life skills) yang memadai. Dunia pendidikan tinggi sudah seharusnya peka terhadap tantangan dan peluang, bahkan harus mampu berperan aktif dalam menjawab permasalahan di atas. Terutama dalam menyiapkan sumberdaya manusia terdidik yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik regional, nasional maupun internasional.
Untuk itu, bagi mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori-teori, tetapi juga mau dan mampu menghasilkan produk, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta sanggup memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang demikian ditujukan pada pembentukan jiwa kewirausahaan. Artinya pendidikan yang mempunyai jiwa keberanian dan kemauan menghadapi problem kehidupan secara wajar, kreatif untuk mencari solusi dan mengatasi problem tersebut, mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Pembukaan Expo Entreprenurship 2017 Oleh Wakil Rektor III Dr. H. Bunyamin, M.Pd.I.

Berbagai MAcam Produk Dan Kuliner Mahasiswa/i UHAMKA

Salah satu jiwa entrepreneurship yang perlu dikembangkan melalui pendidikan adalah kecakapan hidup (life skill) yang dapat ditampilkan melalui Expo. Pendidikan yang berwawasan kewirausahaan adalah pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan metodologi dalam pembentukan kecakapan hidup (life skill) pada peserta didiknya melalui KKNI yang terintegrasi dengan memasuki era industri pada gelombang keempat, yaitu Ekonomi Kreatif.
Guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan di Perguruan Tinggi khususnya Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA perlu terus melakukan langkah-langkah dengan potensi diri melalui wadah Pusat Kewirausahaan dan Karir, dan saat ini UHAMKA telah memiliki wadah dan pusat pengembangan kewirausahaan yaitu Pusat Kewirausahaan dan Karir Mahasiswa (PK2M). Melalui pusat kajian tersebut pengembangan budaya wirausaha perlu terus berupaya dengan dukungan para pimpinan dan Civitas Akademika dalam memajukan entrepreneur muda mandiri dan disinergikan dengan aset di luar kampus agar menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial. Sesuai pada Misi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA.