Sosialisasi Program Kreatifitas Mahasasiwa 2017-2018

Kegiatan pelatihan dibagi menjadi 3 periode, yaitu: periode I (12 Mei 2017) dan periode II (22 Mei 2017), dan periode III (17 Juni 2017). Pada pelatihan periode pertama nara sumber utama adalah Drs. Imam Yuwono, MM (Kepala Bagian Kemahasiswaan Kopertis Wilayah III Jakarta), dan periode II (22 Mei 2017) disampaikan oleh Dr. Mudjiarto, MSi. (selaku Instruktur dan Tim Rewiwer PKM dan PBBT Kopertis Wilayah III Jakarta).

Paparan materi mulai diberikan kepada peserta pada pukul 13.30 s/d 15.30. Sebagaimana disampaikan kepada peserta bahwa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah ajang bergengsi bagi mahasiswa Indonesia naik PTN maupun PTS. Program pendanaan penelitian yang diselenggarakan oleh BELMAWA RISTEKDIKTI ini cukup royal, baik dari segi dana yang disediakan maupun pengalaman riset, kewirausahaan, karsa cipta, dan bidang lainnya yang menjanjikan bagi kalangan mahasiswa.

Sosialisasi Yang di Lakukan di 2 Kampus 1yaitu: Kampus C Klender-Jakarta Timur dan Kampus E, Flyover, Ps. Rebo-Jakarta Timur

Mengingat saat ini persaingan cukup ketat antar mahasiswa di seluruh Indonesia, maka mahasiswa pengusul harus pandai memilih tema yang menarik agar bisa didanai dan masuk seleksi awal. Untuk itu, agar proposal yang akan kamu ajukan bisa menarik para reviewer PKM, diperlukan tips-tips serta strategi agar lolos seleksi dan meningkatkan prestasi.

Salah satu indikator yang dipertimbangkan untuk menilai proposal yang bakal didanai atau tidak adalah tema yang kamu ajukan harus kekinian. Semakin orisinil ide yang kamu ajukan, semakin besar peluangmu untuk lolos seleksi. Jadi, mulai sekarang mahasiswa mestinya sering-sering membaca majalah dan website yang sesuai bidang keilmuan. Diharapkan pengusul agar wawasan keilmuannya dapat berkembang tim sebagiknya lintas angkatan dan lintas disiplin ilmu.

Selain rajin membaca berita terkini, berkolaborasi dengan fakultas lain juga bisa membuat isi proposal lebih kaya informasi. Misalnya mahasiswa fakultas Ekonomi punya ide memajukan suatu desa terpencil dengan menjadikannya tempat wisata yang menarik. Untuk membuat proposal yang komprehensif, ajaklah teman dari Jurusan Tehnik Arsitektur yang bisa mengusulkan desain penginapan murah untuk para pejalan. Perlu juga bergabung mahasiswa dari Prodi Biologi yang bisa mempertimbangkan aspek pelestarian alam dan sustainability di desa tersebut.

Kolaborasi dengan bidang pengetahuan yang lain bisa membuat pikiran mahasiswa menjadi lebih terbuka. Sehingga mahasiswa sadar bahwa satu disiplin ilmu saja tidak akan cukup untuk menghasilkan riset yang berguna bagi masyarakat. Selain itu, kolaborasi dengan bidang yang berbeda akan membuat penelitian atau program lainnya semakin kaya. Reviewer dari DIKTI pasti tak segan untuk mendanai proposal yang diajukan, karena banyak aspek yang kamu perhatikan.

Meski usulan mahasiswa belum tentu terbukti bisa diwujudkan dengan sempurna, ide-ide brilian yang niscaya mampu mengatasi masalah sosial di masyarakat. Tema-tema yang umum dan biasa juga kadang bisa lolos pendanaan. Hal ini terjadi karena mereka bisa mengemasnya dalam judul yang menarik dan memberikan solusi. Meskipun isinya masih umum, jika mahasiswa bisa mengajukan judul yang catchy, gak jarang para reviewer akan tertarik. Tak melulu harus mengusung yang hal-hal berat, hal umum sedikit polesan sudah bisa membawamu menjadi pememang di PIMNAS.

Resep atau kiat lain adalah misalnya rancangan dana adalah hal yang wajib kamu lampirkan di dalam proposal. Tanpa banyak mengada-ada anggaran, mulai sekarang mahasiswa wajib membuat rancangan yang realistis saja sesuai buku panduan PKM. Anggaran dana yang realistis juga bisa melatih mahasiswa untuk jujur dan tidak mengada-ada. Jika mahasiswa melebih-lebihkan, malah dicap sebagai mahasiswa yang hanya butuh uang. Padahal penelitian dan pengalaman kan jauh lebih berharga dari itu semua.

Tak dapat dipungkiri teori tentang ilmu pengetahuan memang penting untuk dipelajari, namun solusi yang aplikatif juga wajib digali. Terkadang tema-teman aplikatif inilah yang menjadi daya tarik para reviewer PKM. Sampai-sampai berapapun nominal uang, mereka tak ragu untuk menggelontorkannya. Untuk itu perlu diciptakan sesuatu yang bisa memudahkan hidup masyarakat dan berguna untuk sebanyak-banyaknya bagi orang lain.

Strategi usulan proposal bisa lolos PKM memang membutuhkan trik-trik khusus, jadi gak ada salahnya mahasiswa mencoba pendekatan dengan kakak senior yang sudah pernah lolos. Hal ini bisa membuat yunior mendapatkan gambaran lebih detail atau bahkan kamu bisa melihat secara langsung seperti apa proposal PKM yang baik.

Sebagai contoh mahasiswa ingin mengajukan PKM Kewirausahaan, maka mintalah saran bagaimana membuat rancangan bisnis yang menarik. Selain membuatmu menjadi tahu tentang strategi PKM, ide mahasiswa juga bisa lebih matang jika mendiskusikannya pada senior yang berpengalaman mendapatkan pendanaan.

Lolos PKM itu hak setiap mahasiswa, baik yang dari universitas negeri atau swasta. Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA setiap tahun senantiasa mengajukan dan diterima, meskipun tidak banyak. Tahun 2016 pendanaan 2017 PKM yang diterima sebanyak 5 proposal dan semuanya dari Farmasi. Namun sebelumnya PKM yang hingga PIMNAS adalah prodi Bahasa Indonesia PKM-M. Narasumber selanjutnya menyampaikan tips-tips membuat proposal PKM:

  1. Mahasiswa harus punya terlebih dahulu PEDOMAN PKM. Setelah itu tentukan jenis PKM yang ingin anda buat, apakah itu PKM-P, PKM-T, PKM-K, PKM-M, atau PKM-KC.
  2. Setelah menentukan jenis PKM, tentukan ide atau gagasan yang ingin di buat.
  3. Selanjutnya misalnya minta contoh proposal PKM-K yang sudah lolos didanai DIKTI, bisa dari kakak tingkat atau dari teman anda (Ingat… kalau mahasiswa baru pertama kali membuat, langkah ini sangat penting supaya mahasiswa punya sedikit gambaran mengenai cara membuat proposal. Tapi kalau mahasiswa bukan PEMULA, anda boleh saja langsung membuat tanpa harus CTM (Contoh Tiru Modifikasi).
  4. Pastikan memiliki dosen pebimbing/pendamping yang memiliki NIDN dan anggota (harus ada 1 anggota yang beda angkatan) kemudian kita coba membuat proposal PKM, tentu saja dengan berpedoman pada PEDOMAN PKM dan kita buat sesuai dengan informasi atau bahan yang kita cari tadi (bersifat relatif jadi disesuaikan dengan kondisi terkini).
  5. Apabila ada kesulitan dalam membuat proposal misal pada metode atau latar belakang atau rancangan dana atau apa, anda jangan sekali-kali berhenti karena akan membuat semangat anda menurun, lebih baik dilewati dan mencoba membuat bab atau sub bab lainnya (bisa juga mencontoh proposal yang sudah lolos tapi ingat harus menggunakan ilmu CTM=Contoh Tiru Modifiksai, jadi tidak asal copy paste 100%)
  6. Lengakapi isi proposal dan konsultasikan kepada pebimbing
  7. Edit kembali dan lakukan pengecakan ulang, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi ada yang salah ketik atau yang masih kurang.
  8. Perhatikan waktu pengusulan (upload) dengan mengacu panduan PKM. Tips lain adalah misalnya jika mahasiswa membuat PKM-P dan PKM-K PKM-P; Harus ada unsur penelitian, Penelitian bersifat terbaru dan memberikan manfaat serta solusi untuk masyarakat, Membuktikan suatu hipotesa, Harus ada tinjauan pustaka yang korelasi dengan judul, dan Metode penelitian harus tepat.

Bedanya dengan PKM-K adalah; Tidak ada unsur penelitian, Berorientasi pada profit, Inovatif dan kreatif, Dapat berupa barang/produk, jasa, atau kuliner, Rincian dana wajar dan ada rancangan biaya laba rugi, terdapat indikasi keberlanjutan dan pengembangan program usaha. Pada jenis PKM yang lain tentunya menyesuaikan jenis dan bidangnya masing-masing.